Dalam satu bulan purnama aku akan pergi..
Meniti hati dan titian nurani yang sempat terburai dalam hujan kelam..
Bukan tak peduli..
Kuhanya ingin mendayung sampan malaikat..
Melintasi kealpaan yang kerap kali berkuasa..
Kuhanya ingin menjamah nurani..
itu saja..
Mengingatmu seperti sebuah rutinitas yang membelenggu..
Memasung waktu yang terus saja berlari menjauh..
Seakan detik dan jam benar-benar membenciku..
Menit-menit menatapku murka, aku tetap terpaku..
Minggu berlalu namun kubelum beranjak dari bait ini..
Syair lagu tentang kita, kau dan aku yang tinggal cerita..
Lalu 'kan kubenamkan rasa ini dalam-dalam..
Biar tenggelam namun tak padam..
Terbenam kelam malam namun kuat tertanam..
Berbalut sekam pekat namun takkan kusam..
Terus tertikam dan tak mendendam..
Setenang malaikat dalam diam..
Sediam sayu malam menyulam..
Saat geram terpasung redam..
Tenggelam dalam..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar