kusalin beberapa jejak langit yang sempat kuabaikan beberapa tahun ini..
langit memudar menyisakan kealpaan yang kian pekat sesaat kelam membayang..
bukan kata yang kuinginkan..
secuil kehangatan..
peluk dan rangkulah aku yang kini terjebak dalam kesepian..
hanya sejenak 'tuk membuka mataku akan warna..
....
entahlah, aku sendiri pun tak tau jalanku kan berlabuh dimana..
kuhanya mengalir melewati batasan yang coba orang-orang ciptakan akan adaku..
aku hanya mencoba terus bernafas atas namaku sendiri..
seperti jejak aksara yang kerap kali kusulam di selebar kasa
kanvas langit yang memudar
....
bila kupejamkan mata, anganku terbang kemana pun imajinasi kan membawaku..
ini hidup maka nikmatilah..
meski kadang langit tak semempesona dulu..
hujan pun kadang tak seirama detak hati yang bergejolak..
bukankah hanya tanya yang kau pikirkan atas sajak ini..
itu pun jika kau berfikir ini memang sajak..
atau hanya sebatas kertas maya bernoda yang melayang di kanvas langit yang memudar..
kanvas langit yang terlupa..