Rabu, 27 April 2011

Tinggal Cerita

Dalam satu bulan purnama aku akan pergi..
Meniti hati dan titian nurani yang sempat terburai dalam hujan kelam..
Bukan tak peduli..
Kuhanya ingin mendayung sampan malaikat..
Melintasi kealpaan yang kerap kali berkuasa..
Kuhanya ingin menjamah nurani..
itu saja..

Mengingatmu seperti sebuah rutinitas yang membelenggu..
Memasung waktu yang terus saja berlari menjauh..
Seakan detik dan jam benar-benar membenciku..
Menit-menit menatapku murka, aku tetap terpaku..
Minggu berlalu namun kubelum beranjak dari bait ini..
Syair lagu tentang kita, kau dan aku yang tinggal cerita..

Lalu 'kan kubenamkan rasa ini dalam-dalam..
Biar tenggelam namun tak padam..
Terbenam kelam malam namun kuat tertanam..
Berbalut sekam pekat namun takkan kusam..
Terus tertikam dan tak mendendam..
Setenang malaikat dalam diam..
Sediam sayu malam menyulam..
Saat geram terpasung redam..
Tenggelam dalam..

Differensial Isi Hati

Aritmatika usiaku tak dapat membaca geometri pemahamanmu akan langit..
Bagai deretan bait tak terhingga yang menyusuri himpunan matriks segala ordo..
Garis singgung logikaku belum sanggup memahat setiap butir nada di bidang cartesiusmu..
Ini hanya wacana, tak peduli tautologi atau kontadiksi..
Ini nyata sebuah differensial isi hati yang tak dapat kugenggam seorang diri..
Karena serumit apapun integral trigonometri berdiri..
Akan selalu ada jalan keluarnya.

Sabtu, 23 April 2011

Tanda Tanya di Sudut Tapa

Sehelai waktu berbisik di sela jemari yang tunduk tanpa sapa..
Semerdu jeritan badai nan anggun bersama topan gelap penuh cekam..
Setegas garis sang hujan memekatkan tanda tanya di sudut tapa..
Di setiap jengkalan hati yang tersembunyi bagai palung lautan terdalam..

Apakah salah mencintai seorang manusia yang berkasih?
Apakah rasa itu hanya untuk orang-orang yang pandai beradu fisik?
Sedangkan aku hanya kan lusuh bermahkotakan perih..
Sedangkan aku hanya kan layu berjubahkan terik..

Apakah cinta memang hanya sebatas isapan jempol?
Permainan orang-orang sombong yang kaya akan dusta..
Apakah cinta memang hanya untuk orang-orang yang bergerombol?
Bernyanyi dan berkelana di tengah singgah kota buta..

Betapapun getir jejak hujan membasahi peluhku..
Aku dan nafasku masih bersandarkan sejuta tanya..
Seperti batang pohon tua yang terpaku..
Tak beranjak, tak bergerak, tertegun dalam setia..

Kamis, 21 April 2011

Tidur dalam Rindu

Aku tidur..
Membawa serta semua peluhku hari ini..
Mendekap erat sebingkis senyum yang kau sematkan pagi tadi..
Bersama seluruh hela nafasku yang keletihan..
'kan kutitipkan riduku pada langit..
Agar dimana pun kau meniti, rinduku kan selalu bersemayam di derai udara..
di setiap kolaborasi degup jantung dan hati ini..
Bahkan di tetes terakhir hujanmu aku 'kan menghujanimu, rindu..

Cerita untuk Tuhan.

Tuhan,aku tau Engkau Maha Mengetahui..
Maka tanpa kubercerita pun Engkau tau apa yang kurasa..
Tapi izinkanlah hamba bercerita pada-Mu, Tuhan Pemilik Semesta alam..
Karena hanya Engkau-lah yang paling mengerti hati ini..
Tuhan,aku amat menyayanginya..
Hingga tiada lagi hasratku padanya selain membuatnya merasa bahagia..
Ingin membuatnya s'lalu tersenyum dan nyaman dengan segalanya..
Tapi aku tak dapat berbohong pada-Mu Tuhan..
Hati ini amat perih saat kutau ia pergi dengan yang lain..
Sakit sekali...
Kadang aku pun jadi bingung harus bagaimana..
Karna jika pun ia tau sakitku, mungkin ia akan sedih Tuhan..
Itu sama sekali tidak kuingini..
Maka biarkanlah ia bahagia Tuhan..
Meski hati ini amat perih jadinya nanti..
Tapi jika ia adalah takdir yang Engkau tetapkan untukku..
Kan kujaga segenap mampuku..